Catatan Workshop KLJ Enlight, 21 Maret 2010

Berbeda dengan kegiatan workshop lubang jarum sebelumnya, kali ini, kegiatan dilakukan diluar ruang; Taman Ganesha Bandung. Persis di samping masjid Salman ITB. Pada awalnya, pihak penyelenggara-Enlight Learning Centre, hanya menerima 20 orang saja, tetapi pada kenyataanya, membengkak menjadi 30 orang lebih. Kang Ahmad, dari panitiapun sempat was-was, karena kamar gelap yang sedianya di wc umum ternyata tidak bisa digunakan.  Untungnya sehari sebelumnya, ia mendapatkan kepastian kalau untuk urusan kamar gelap, bisa menggunakan mobil jenis mini bus, alias APV.

Seperti biasa, wadya balad KLJI-Bandung, selalu setia hadir, diantaranya Wilidam, Gilang, Ulis, Deni dan Ame. Sedangkan dari pihak panitia penyelenggara cukup banyak, kang Yanto, kang Imam, Ahmad dan kawan-kawan. Tepat pukul 08.30WIB, pembukaan dibuka oleh kang Yanto dari Enlight. Ucap salam dan sekaligus perkenalan kepada partisipan. Para partisiapan bisa dikatakan, wajah baru, meskipun dari raut muka sudah bisa dikenali, beberapa kali mengikuti kegiatan ini; Acengsaja dan Lala. Beberpa temen-temen dari kampus juga hadir, dari FIKOM UNPAD, SASTRA UNPAD, ITB dan SMU Bandung. Workshop kali ini terbuka untuk umum, tidak terbatas dari latar belakang akademis tertentu saja.

Seperti sudah bisa diduga, karena penyelenggaraan acara jatuh pada musim penghujan. Panitia telah mempersiapkan kemungkinan terburuk; hujan deras sore hari. Maka ruangan di kantin Salman pun sempat di “jajah” sebentar untuk memberikan rangkaian penutup evaluasi.

Para partisipan sangat antusias, meskipun untuk mendapatkan giliran masuk kamar gelap mobil APV hanya untuk dua orang saja, tetapi semua cukup sabar. Rata-rata satu orang bisa mencoba; memotret dengan kamera buatannya adalah tiga kali saja, karena waktu sangat terbatas. Pada pemberian materi merakit kamera, dibutuhkan waktu hampir setengah jam, sekaligus penyampaian pengantar teknis. Karena jumlah partisipan banyak, maka untuk urusan mengisi film kedalam kaleng, hanya dilakukan oleh instruktur, jadi mereka mencoba men-develope sendiri, difasilitasi instruktur. Asik juga, kamar gelap dalam mobil, kondisi mobil hidup, tentu saja AC bisa difungsikan. Pada awal rencananya, kegiatan pemotretan akan dilakukan didua tempat, karena hujan dan jumlah peserta terlalu banyak, akhirnya diputuskan hanya dilakukan di sekitar taman Ganesha saja. Meskipun begitu, para peserta bisa dipuaskan rasa keingintahuannya. Sampai jumpa diacara workshop berikutnya. (denisugandi@gmail.com)

Liputan foto dokumentasi kegiatan workshop:

http://www.flickr.com/photos/48285092@N06/sets/72157623662420786/

hasil karya:

http://www.flickr.com/photos/48285092@N06/

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: