Lubang Bandung di PINHOLE DAY 2010

“Noong Bandung ti nu liang” melihat dunia melalui lubang jarum. Inilah workshop dan hunting bareng yang diselenggarakan dalam menyikapi PINHOLE DAY 2010 dan Bandung usia 200 tahun, menyelenggarakan hunting serentak 12 kota di Indonesia dan seluruh dunia. Di Bandung sendiri kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Lubang Jarum Indonesia Bandung dan Kamerapinjaman.com.

07.30 WIB, lebih tepat singkatan dari Wayah Iraha Bae (baca: Waktunya bisa kapan saja) para klj’ers sudi bangun pagi dan berkumpul tepat di depan gedung AACC, Braga Bawah, yang kini sudah selesai bersolek.

Tentu saja wayah iraha bae yang dimaksud adalah, kompensasi waktu bagi mereka yang tiba terlambat, bukan saja 5 menit, tetapi lebih dari 60 menit, maklum, dalam prinsip perekaman cahaya lubang jarum, hitungannya menit bukan detik. Jadi datang terlambat dari waktu yang telah ditentukan adalah biasa. Namanya juga WIB: wayah iraha bae.

Dalam penyelenggaraan kali ini, pasti dalam rangkaian hari jadi kamera lubang jarum dunia, yang disebut PINHOLE DAY 2010. Semua karya di upload serentak di: http://www.pinholeday.org/gallery/index.php situs konsisten yang memediasi kegemaran genre khusus kamera tidak menggunakan lensa ini, semenjak tahun 2001 lalu.

Seperti di kota lainnya, terdapat 12 kota serentak melakukan kegiatan sama. Di Bandung, kegiatan ini menghimpun lebih dari 50 orang partisipan, baik itu penggemar, fotografer dan umum. Masing-masing turut mencoba, yang sudah bisa dan baru mencoba. Tercatat, hampir 160 karya yang dihasilkan pada hari itu, Minggu 25 April 2010. Terdiri dari tiga titik area pengambilan foto; sekitaran jalan Asia-Afrika, sepanjang jalan Braga dan area viaduct. Tidak seperti penyelenggaraan workshop dan hunting bareng, kali ini menggunakan kamar gelap bergerak, alias di dalam mobil. Sungguh unik pula, kendaraan yang digunakan pun cukup tua, sebuah mobil VW COMBI Brazil tahun 1970-an, yang dicat menyerupai gerakan flower movement di Amerika tahun 70-an.

Semua partisipan larut dalam kegiatan ini. Tampak beberapa partisipan malah asik merakit, merekam dan memproses sendiri. Sebagian cukup mencoba, karena memenuhi kepenasarannya saja. Obyek foto yang diambil, mulai dari Savoy Homann, gedung Konperensi Asia Afrika, gedung AACC Braga bawah, sepanjang jalanan Braga, perkampungan Braga belakang, gedung Bank Indonesia, Viaduct, gereja Behthel dan sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan.

Punggawa pegiat lubang jarum pun selalu hadir, diantaranya Willidam, Gilang, Ulis, Odon KAPI, Deni, Ami, Aceng dan sebagainya. Beberapa partisipan dari lingkungan kampus pun hadir dan perwakilan dari Enlight, Ahmad dan kawan-kawan. Di akhir sesi, bergabung pula, pendiri KLJ, kang Ray Bachtiar, yang memang sengaja hadir di Bandung, sebagai tanda partisipasi dan turut menyemangati kegiatan ini.

Ucapan terima kasih kepada para partisipan workshopd dan hunting bersama, pula kepada Deni F. Kusumah dari VW 100 persen atas pinjaman VW COMBI-nya, semoga bisa hadir kembali pada workshop selanjutnya. Salam lima jari!

Bagi mereka yang hendak bergabung, bisa update info workshop di: http://www.facebook.com/?ref=home#!/group.php?gid=76704649492&ref=ts

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: