URBAN DREAM; Saba kota Bandung

Pameran foto tunggal karya Romain Osi

Karya pameran foto yang dipamerkan di CCF, adalah hasil karyanya sepanjang tahun lalu, di beberapa negara Eropa. Kemudian dipamerkan di CCF Bandung, senin 3 Mei 2010, sebagai langkah pertama, mengawali perbandingan karya yang akan dilakukannya di Bandung. Dipamerkan diruang terbuka kota pada tanggal 14 Mei 2010, lokasi masih dalam konfirmasi.

“Untuk ukuran satu piring seperti ini, saya tidak bisa menghabiskannya” kata Roman Osi, disela-sela makan malam di sebuah rumah makan di belakang Boromeus Bandung (3 Mei 2010). Santapan malam pertama kali, sekaligus membuka pertemuan saya dengan petualangan seorang Prancis yang rencananya “Keluyuran” memotret sisi lain kota Bandung malam hari.

Tidak pedas ya, timpal Tahu, sekaligus intepreter dan pendamping Roman Osi selama kunjungan satu minggu di Bandung. Suasana semakin larut akhirnya, tenggelam dalam regukan Coca Cola diet, yang dipesannya khusus tidak dingin dan menggunakan sedotan.

Renungan saya menerawang jauh, 1889 ketika seorang fotografer Dagguertype Perancis; Jean Demmeni dan Dr. A.W. Nieuwenhuis melakukan ekspedisi geologi dan antropologi di pedalaman Kalimantan. Begitu pula, seorang Osi, meraba kembali pedalaman Bandung lewat imajinernya; tentang urbanisasi.

Perjalanan panjang sebelum tiba di Bandung, Roman Osi mengaku mengenal baik direktur aktif kini, Philippe Germain-Vigliano. Beberapa tahun lalu Osi pernah berpameran di Aljazair dengan bantuan Philippe, sehingga berlanjut, ditawari untuk berpameran tunggul pula di Bandung. Sambutan baik bergulir, hingga Gustav Hariman dari Common Room dan pemerintah kota Bandung memfasilitasi proses kerja dan pameran karya fotografi tunggal ini.

Sekiranya, hasil keluyuran tersebut, menurut istilah Gustav; saba kota, sekaligus menyerap informasi sisi lain Bandung, akan dipamerkan tidak di CCF, tetapi diluar ruang publik. Philippe menandaskan bahwa, entah karena keengganan masyarakat untuk hadir di institusi CCF, terbukti dari pengamantannya yang sudah lalu, maka, khusus untuk kali ini akan dipamerkan diluar ruang kota.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Bandung, melalui kepala dinasnya, menyatakan siap menyediakan ruang untuk berpameran. Malahan beliau menantang kepada audience yang hadir pada pembukaan pameran Urban Dream (3 Meil 2010) di CCF, memilih dari tiga alternatif lokasi; sepanjang jalan Braga, Balai kota dan sepanjang jalan Merdeka. Statemen ini diluncurkan mudah-mudahan tidak digemborkan karena Osi seorang Perancis, kami pun dari komunitas lokal mempunyai kesempatan dan hak yang sama.

Pada akhir pidato yang disampaikan, Osi akan mengambil gambar sebanyak-banyaknya, sesuai dengan kapasitas ia sebagai art maker, dan disusutkan menjadi 20 lembar foto yang siap pamer. Menurut Priana Wirasaputra, semua foto akan di seleksi langsung oleh Walikota Bandung. Ketika dikonfirmasikan kepada Osi sendir, ia mengatakan tidak demikian. Tentunya bila pemerintah kota yang memilih karya, tentu saja, gambar yang terpilih lebih mementingkan kebijaksanaan pemerintah, bukan sebagai kritik lagi. Semoga pa Dada Rosada bisa menerima kritik melalui karya Romain Osi, si Kabayan Perancis Saba Kota. Mari kita nantikan karya Osi, tanggal 14 Mei 2010 nanti, tentang kota sisi lain kota Bandung. (denisugandi@gmail.com)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: