WORSHOP KLJ Karisma Salman ITB, 29-30 Mei 2010

Ada yang lucu pada workshop kali ini! Ada meja, ada kotak besar, badannya hilang, yang terlihat hanya kaki saja!. Perkenalkan, salah satu protoptype kamar gelap portable yang pertama kali diperkenalkan pada workshop kamera lubang jarum dalam rangkaian acara Festival Pers Kayu, oleh Keluarga Remaja Islam Salman ITB/Karisma, dengan tema “When Journalism Hits Your World” di pelataran halaman masjid Salman ITB.

Berbeda dengan penyelenggaraan wokrshop yang lalu, kali ini dilakukan di lapangan rumput masjid. Memang tidak biasa, tapi bagi komunitas pinhole Bandung (KLJI Bandung dan kamerapinjaman.com/KAMPI) yang tida mungkin, pasti bisa! Salah satunya adalah, pihak panitia menyiapkan kamar gelap di lantai dua, sebelah asrama ikhwan. Bukan ruangan lengkap dengan pintu, tetapi atap rumah, yang harus dipanjat dengan keterampilan khusus! Tentu saja, ditolak dengan halus, “kayaknya ga  deh, rada repot musti manjat-manjat tembok” timpal Wili.

Akhirnya, dengan daya improvisasi yang sering dilakukan, pilihan awal adalah tepat di bawah tangga masjid. Namun dengan segala  pertimbangan, akhirnya diputuskan menggunakan rangka bekas lemari siap pasang, sumbangan Galih Sedayu.

Tanpa dikomando lagi, Wili, Gilang (dan pacarnya yang itu) Deni, Dede Gondrong, Rofii, Lala dan Ulis, segera bergotong royong buat kamar gelap portable, yang diletakan di atas meja. Untung saja, masih ada sisa-sisa karton dan kain hitam sebagai penutup. Sedangkan safe light memanfaatkan kain merah, yang dipasang pada bagian atap, kemudian cahayanya diloloskan melalui lubang. Jadi tidak menggunakan lampu berwarna merah!

Beberapa remaja SMU terperagah, bagaiman sebuah kaleng bisa menghasilkan sebuah foto negatif. Rasa penasaran ini akhirnya menjadi semangat menggelar workshop yang dilaksanakan selama dua hari, 29-30 Mei 2010, di halaman masjid Salman ITB.

Antusias partisipan tidak saja siswa-siswu smu, tapi juga dosen, pengajar dan umum. Seorang pengajar sebuah SMU di Bandung yang sangat terkenal, berkonsultasi, dan menyampaikan maksudnya untuk menggelar workshop serupa kepada siswanya, dalam bentuk workshop ekstrakulikuler.  Ia mengeluhkan, bahwa begitu padat jadwal akademis yang diberikan sekolahnya, sedangkan pembentukan karakter kurang diperhatikan. Ia pun melihat bahwa, workshop kamera lubang jarum bisa memberikan bentuk lain pada pendidikan SMU. Mudah-mudahan, dari sini, KLJ bisa menjadi bagian dari kreativitas siswa SMU di Badung. (denisugandi@gmail.com)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: