GELIAT LAGI GAYA MOMENTUM UNLA Workshop dua hari KLJ bersama Pinhole Bandung dan LPM Momentum UNLA, 18 dan 20 Juni 2010

Membuat gairah itu mudah-mudah gampang, tergantung motivasi dan keuntungan bersangkutan. Bilama tidak ada tujuannya, sungguh sulit meningkatkan gejolak birahinya, namun berbeda dengan workshop lubang jarum, selalu ada saja misteri birahi yang menarik. Buktinya, workshop ini berhasil diselenggarakan di sebuah kampus yang kegiatan fotografi-nya sudah menopouse. Rangsangan KLJ-lah yang yang menggairahkannya.

Gairah ini memang baru dirasakan lagi, sebagai rangkaian kegiatan pameran fotografi bersama, yang memang sangat dirindukankan kampus ini. Dari teman-teman panitia dari unit kegiatan mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Momentum Universitas Langlangbuana Jalan Karapitan 116 Bandung. Ica, Yana dan kawan-kawan dari penyelenggara pameran, turut bersukur, kegiatan ini bisa disentuh oleh kelompok Pinhole Bandung.

Dalam workshop yang diselenggarakan dua hari ini, 18 dan 20 Juni 2010 ini, tidak ada tema khusus. Pada kesempatan kali ini lebih mementingkan alih pengetahuan; merakit, merekam dan proses di kamar gelap.  Berbeda dengan penyelenggaraan workshop yang lalu, menggunakan jenis kaleng silinder siap pakai, kali ini partisipan dituntut untuk bisa merakit kamera sendiri. Bentuk segitiga sama sisi ukuran sepulun sentimeter adalah pilihan tepat. Meskipun kertas foto disimpan dalam posisi menekuk. Distorsi yang dihasilkan kurang lebih sama seperti menggunakan kaleng silinder, seperti pada awal workshop klj beberapa tahun lalu.

Ruang luar olahraga, pas dan sangat tepat untuk merakit. Memang waktu terkorupsi karena kegiatan persiapan, akhirnya dimuali pukul sepuluh lebih lima. Rangkaian pertama, mengingat waktu pemberian materi tentang sejarah pinhole itu sendiri tidak diberikan, akhirnya diputuskan untuk merakit kamera yang dilanjutkan denga memotret. Tampak partisipan pada awalnya bingung, bagaimana caranya kamera rakitan mereka dapat merekam gambar. Metode “hajar bleh” ini rupanya diselingi pula penjelasan. Sebuah pendekatan tutorial langsung jadi. Ujian cara menjelaskan seperti ini bagi teman-teman di Pinhole Bandung tidak masalah lagi. Masih seperti biasa, digawangi teman-teman yang tergabung di Komunitas Lubang Jarum Indonesia-Bandung dan kamerapinjaman.com. Siapa lagi kalau bukan Rofi’I, Dedegondrong, Mang Odon, Deni, Aryo dan Ramdan yang selalu siap sedia.

Komposisi matahari sangat pas. Beberapa partisipan bisa mencoba langsung. Pada awalnya memang ada yang belum mengerti, namun proses transfer pengetahuan ini bisa dipahami dengan memberikan penjelasan “how to” langsung mencoba dan coba lagi.  Terhitung ada 15 orang partisipan yang tergabung pada workshop hari pertama. Berasal dari lingkungan kampus UNLA dan luar, diataranya; Elvira Rosa, Rica M, Leo, Anisa, Fadila Nurunisa, Iwa Kartiwa, Yana S, Adila Fawzia, Hilmanda, Seto Pram, Sri Mulyati, Sandi Desta Winarto, Fariyani Rachmawati, Christia Angelia dan Adhitya Kharisman. “Kang, kamar gelapnya panas banget!” sergah Ica, salah satu partisipan. Memang kamar gelap yang terletak di aula Unla tersebeut  miskin aliran udara. Udara pengap demikian memang selalu menjadi perhatian kegiatan workshop.

Penutup, acara ini dituntaskan dengan evaluasi di ruang arsitektur lantai tiga Unla. Dari hasil memotret tanpa lensa ini, beberapa partisipan sangat tertarik untuk mencoba kembali. Inilah bukti bahwa lubang jarum telah mampu menggairahkan kembali kampus yang rindu kegitan fotografi. (denisugandi@gmail.com)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: